• info@ratubali.com

Transaksi Broker Terdorong Amnesti Pajak

Transaksi Broker Terdorong Amnesti Pajak

JAKARTA - Kinerja transaksi perusahaan sekuritas berpotensi membaik seiring dengan meningkatnya transaksi saham di lantai bursa pasca-kebijakan amnesti pajak.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menuturkan kinerja perusahaan sekuritas berpotensi membaik seiring dengan meningkatnya transaksi harian. Pada perdagangan Rabu (27/7), misalnya, total nilai transaksi BEI menembus Rp10,14 triliun.

"Semester II kinerja sekuritas berpotensi meningkat, baik transaksi saham, margin, maupun stockholding karena terdorong kondisi makro, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan tax amnesty," tuturnya, Kamis (4/8).

Investor asing tercatat terus membanjiri lantai bursa. Kemarin, investor asing kembali membukukan net buy Rp1,03 triliun dan mempertebal capaian beli bersih sejak awal tahun menjadi Rp31,02 triliun.

Tren capital inflow terjadi sejak pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak yang disusul oleh reshuffle kabinet. Dana asing mulai merangsek pasar modal Tanah Air sejak 21 Juni 2016 hingga kemarin yang mencapai lebih dari Rp20 triliun.

Bila dilihat dari nilai transaksi, investor asing telah mengguyur lantai bursa Rp390,4 triliun sejak awal tahun atau mewakili 44% dari total transaksi. Sebaliknya, investor domestik telah bertransaksi senilai Rp492,8 triliun yang mewakili 56% dari total transaksi year to date.

Berdasarkan data Bloomberg, transaksi broker sepanjang Januari-Juli 2016 mencapai Rp1.688,07 triliun.  Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari nilai transaksi broker Januari sebesar Rp200,03 triliun, Februari Rp236 triliun, Maret Rp260,27 triliun, April Rp244,61 triliun, Mei Rp218,71 triliun, Juni Rp271,05 triliun, dan Juli sebesar Rp257,36 triliun.

Transaksi broker pada Juli turun 5,05% dibandingkan dengan Juni 2016. Penurunan gross value kembali terjadi setelah pada Juni transaksi broker melesat 19,31%. Penurunan transaksi diduga terjadi lantaran ada momen puasa dan Lebaran.

Sepanjang bulan lalu, Morgan Stanley Indonesia membukukan nilai transaksi terbesar di antara sekitar 109 perusahaan efek yang terdaftar sebagai Anggota Bursa. Pada Juli, transaksi broker sekuritas asing itu mencapai Rp15,41 triliun.

Transaksi tersebut didominasi oleh perdagangan saham emiten berkode BMRI Rp4,12 triliun, BBRI Rp1,87 triliun, BBCA Rp1,61 triliun, ASII Rp1,6 triliun, dan TLKM sebesar Rp1,5 triliun.

Lima broker yang membukukan nilai transaksi saham terbesar seluruhnya merupakan perusahaan asing. Di bawah Morgan Stanley ada Maybank Kim Eng Securities dengan gross value Rp14,97 triliun, UBS Securities Indonesia Rp13,97 triliun, Credit Suisse Securities Rp13,67 triliun, dan Citigroup Securities Rp12,01 triliun.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan turunnya transaksi broker pada Juli dipicu oleh hari perdagangan bursa yang lebih sedikit lantaran libur Idulfitri. Selain itu, secara historis pada periode Ramadan transaksi BEI relatif sepi.

"Bulan lalu, perdagangan saham baru ramai satu minggu setelah libur Lebaran. Lantas meningkat tajam setelah tax amnesty berlaku dan reshuffle, transaksi loncat bahkan sempat sentuh Rp10 triliun," katanya.

Pada Agustus, lanjut Edwin, IHSG yang telah naik signifikan berisiko mengalami koreksi. Faktor pendorongnya, antara lain aksi ambil untung, valuasi saham yang sudah mahal, laporan keuangan emiten.

"Secara historis market bisa turun 4% pada Agustus. Jadi investor istilahnya harus hati-hati dengan kemungkinan itu," imbuhnya.

 

KATALIS POSITIF

Citi Country Officer (CCO) Citigroup Indonesia Batara Sianturi menuturkan sepanjang tahun berjalan Citi Securities masuk dalam top 5 broker di bursa saham Indonesia. Fokus bisnis lini bisnis ini adalah menjalankan kegiatan perantara perdagangan saham, riset, dan trading.

"Kami optimistis banyak katalis yang membuat pasar tumbuh. Kami lihat sekarang indeks sudah 5.300, prediksi Citigrup IHSG 5.700 pada akhir tahun ini," kata Batara, Rabu (4/8).

Pada penutupan perdagangan Kamis (4/8), indeks harga saham gabungan ditutup naik 21,98 poin atau 0,41% ke level 5.373.86. Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah membukukan kinerja sebesar 17%.

Menurut Batara, faktor pemangkasan BI Rate, mengalirnya dana repatriasi tax amnesty, dan arus masuk dana investor asing akan semakin menggairahkan lantai bursa pada semester II/2016.

Hasan Ukim, Presiden Direktur Equity Sales Citigroup Securities Indonesia, menuturkan saat ini perusahaan memiliki sekitar 100 nasabah institusi yang mayoritas merupakan korporasi asing yang berbasis di luar negeri.

Sebagai bagian dari Citibank Indonesia yang menjadi salah satu pintu masuk dana repatriasi kebijakan amnesti pajak, Citigroup Securities mengaku siap untuk melayani transaksi saham, termasuk transaksi tutup sendiri (crossing).

"Infrastruktur kami siap untuk melakukan transaksi apa pun, termasuk crossing. Kami itu window dari fund manager, kalau mereka dapat uang tax amnesty, kami siap," imbuhnya.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistioningsih memproyeksi IHSG pada level 5.350 pada akhir 2016. Secara historis, lanjutnya, dalam tiga dari lima tahun terakhir IHSG selalu mengalami koreksi pada Agustus.

"Proyeksi konservatif kami ada di level 5.350, karena ada pola koreksi pada bulan tertentu semester II, seperti pada Agustus. Tetapi kalau IHSG mampu menyentuh level tertinggi 5.524, akan ada sentimen positif mengarah ke 5.600," kata Lana.

Pada kesempatan terpisah, Head of Research Maybank Asset Management Ivan Chamdani mengatakan merosotnya IHSG pada penutupan tahun lalu didorong oleh foreign outflow yang nilainya mencapai US$2,7 miliar-US$2,8 miliar. Dana asing tersebut sekarang mulai masuk lagi ke pasar saham.

"Sepanjang tahun berjalan, foreign inflow sudah US$1,9 miliar. Masih ada potensi US$900 juta-US$1 miliar atau mungkin lebih yang dapat menjadi pendorong IHSG," tuturnya, Kamis (4/8).

Ivan menambahkan saham-saham yang masuk dalam IHSG maupun Jakarta Islamic Index (JII) memiliki rerata geometric mean yang sangat baik. Penilaian rata-rata return geometrik IHSG berada di bawah India, tetapi sejajar dengan Filipina.

Sumber: bisnis.com

Share This

About the Author

Ratubali's Photo

Ratubali

Nothing about Ratubali.

Add your comment